Review One Day - Thailand Movie

Thursday, January 03, 2019

Bukan cinta namanya kalau tidak tolol. Bukan cinta namanya kalau tidak melakukan hal-hal bodoh.

One Day adalah sebuah film drama menye-menye. Tentu ia sebuah film drama, kalau film religi judulnya pastilah One Day One Juz. Film ini menyeritakan seorang pemuda, Denchai namanya (yang juga bermain di film ATM Error), yang jatuh cinta dengan segenap kebodohan-kebodohan yang ia lakukan. Pemuda itu mencintai seorang pemudi, namanya Nui. Nui juga melakukan hal-hal bodoh karena cinta. Tetapi nahas, yang dicintai Nui bukanlah Denchai, tapi Top. Top adalah seorang lelaki pongah yang jahat. Tetapi memang, penjahat di film drama selalu orang ganteng parlente yang punya segalanya kecuali rasa empati.

Nicholas Saputra melakukan perannya dengan baik dalam AADC 2. Ia berperan sebagai Rangga yang paradoksal. Ia berperan sebagai orang jahat dengan merebut tunangan orang lain. Tetapi ia justru yang mendapat dukungan penuh sebagian besar penonton dalam kontestasi memperebutkan Dian Sastro. Top di film One Day tidak berada di level yang sama dengan Rangga di AADC 2. Top masih terlihat jahat walaupun diasosiakan dengan sifat yang mirip dengan Rangga: gagah dan romantis.

Dencahai adalah seorang pegawai IT di sebuah perusahaan. Perusahaan yang juga tempat Nui dan Top bekerja. Denchai adalah orang yang 'tidak dianggap' dan kurang pergaulan. Sementara Nui adalah gadis paling tenar, dan Top yang sudah beristri adalah bos di perusahaan itu. Tentu siklus asmara seperti ini seakan mudah ditebak. Nui lebih dijagokan jatuh cinta pada Denchai agar pemeo 'cinta bukan soal materi' terus bertahan agar terjadi cinta yang tulus yang mencintai apa adanya, alih-alih memandang jabatan, paras, dan harta. Tapi film One Day tidak seperti itu. Nui jatuh cinta pada Top.

Yang menarik di film One Day adalah realitas demi realitas yang disajikan. Ada sebuah Adegan saat si tampan Top melakukan sihir murahan yang membuat Nui tersanjung dan merasa hal itu adalah sebuah tindakan romantis. Di lain waktu si kuper Denchai melakukan hal yang sama kepada Nui, namun Nui melihatnya sebagai tindakan yang bodoh. Tetapi bukankah kenyataannya memang lebih sering begitu?

Denchai punya kesempatan satu hari memadu kasih bersama Nui tatkala ia hilang ingatan. Di sinilah segalanya dimulai. Kisah selanjutnya terjadi secara dramatis. Tempo film ini lambat seperti film drama Thailand pada umumnya. Jika diurai, inti cerita film ini hanya satu hari saja, sesuai judulnya "One Day". Ya, mirip-mirip AADC-lah. Settingnya banyak mengambil suasana salju di Jepang, hal ini juga menambah efek dramatis.

Kisah labil dua sejoli dalam sehari benar-benar tergambar dengan baik. Kejahatan-kejahatan yang melukai perasaan dan nurani sangat apik diejawantahkan. Tetesan air mata yang melelehkan salju serta buliran hujan yang membuat korsleting listrik PLN, kira-kira begitulah film ini. Intinya berisi ungkapan rasa kesal, gemas, haru, menangis, menangis, dan menangis. Kalau punya sedikit kelebihan quota, tontonlah One Day di HOOQ. Sangat direkomendasikan.

All the images taken from Youtube Channel: GDH.

You Might Also Like

0 comments