Sekali Lagi, Logika Mistika

Jumat, Mei 25, 2018

Sehari lalu, teman sekantor datang agak terlambat. Ia adalah seorang ibu yang baru saja mengantar anaknya yang bersekolah di sebuah Playgroup. Di sana ia sekaligus mengikuti dengar pendapat dengan guru.

Ada kabar menarik yang menyita perhatian kami seruangan kantor. Ia bilang di sekolah anaknya baru saja terjadi kehilangan uang tabungan yang kata guru adalah ulah makhluk halus sejenis tuyul. Anak-anak yang bersekolah di sana memang diajarkan untuk menabung dengan mengisi secara konsisten kotak tabungan. Satu anak satu kotak tabungan. Tiap anak memiliki kotak tabungan yang dihias sesuai kreasi masing-masing.

Boleh dikata sekolah anak teman sekantor ini adalah sekolah elit. Atau tepatnya muridnya yang elit. Jadi kalau dihitung-hitung, kata teman saya, uang yang sudah ditabung selama setahun jumlahnya cukup banyak. Ia bilang tabungan anaknya kalau dihitung-hitung sekitar satu juta. Ada wali murid lain yang mengaku tabungan anaknya sekitar tiga juta. Dan tabungan punya anak-anak itu raib semua, menyisakan pecahan nominal kecil.

Kata teman saya, anaknya seharusnya punya tabungan sekitar satu juta, tetapi semua pecahan nominal besar hilang dan saat dibuka hanya tersisa sekitar seratus ribuan. Bahkan ada seorang wali murid yang pingsan saat mendengar kabar itu dari guru karena ada dua anaknya yang bersekolah di sana. Kedua anak itu kalau ditaksir masing-masing memiliki tabungan tiga juta rupiah. Padahal playgroup itu punya 15 siswa dan semua kini hilang tabungan.

Kami satu ruangan kantor waktu itu, dengan sok tahunya masing-masing, meyakinkan kepada teman kami tersebut kalau apa yang terjadi di sekolah anaknya bukanlah ulah makhluk halus. Pun dengan saya. Saya meyakini ada ulah oknum entah penjaga sekolah, atau siapa di sana. Tapi yaa, kata teman saya semua wali murid yang mengikuti dengar pendapat waktu itu sudah kadung percaya kalau itu semua ulah makhluk halus. Jadi sampai sekarang tidak ada tindakan hukum untuk mengusut kasus tersebut. Sayang sekali.

Sekali lagi kita menyerah dengan isu mistis dan berhenti mengungkap fakta secara ilmiah. Sungguh ujian atas keimanan dan peradaban yang maju.

You Might Also Like

0 komentar