Black Panther dan Wakanda yang Utopis

Senin, April 09, 2018

Ini adalah postingan yang sudah lama ditulis, tetapi baru sempat diselesaikan per tanggal 9 April 2018. Padahal tidak teramat panjang juga.
Black Panther adalah kisah utopis sebuah negeri di Afrika bernama Wakanda. Di tempat yang di dunia nyata adalah dunia ke-3 dan tertinggal peradabannya. Tidak hanya itu, Wakanda juga negara utopis secara struktur sosial.

Black Panther adalah film yang menarik. Film yang menyimpan kritik sosial. Sama seperti ketika menonton Zootopia, ketika Hoops, seekor kelinci, hewan herbivora yang dianggap lemah bisa menjadi polisi terbaik di sebuah cerita fabel, mengalahkan karnivora serupa banteng dan hewan-hewan buas lainnya.

Di Black Panther, sebuah negara kecil di Afrika memiliki teknologi rahasia termutakhir, serta memiliki seorang jenderal wanita yang menjabat sebagai panglima perang.

Berkat sebuah nubuah yang datang dari langit, Wakanda memiliki cadangan vibranium sebagai bahan baku segala macam teknologi. Teknologi yang menjadikan negara itu berjaya kelak.

Kalau mengikuti jalan ceritanya memang tidak ada plot yang rumit. Tetapi melihat setting tempat dan karakter, film ini punya nuansa baru. Mana lagi coba ada superhero berkulit hitam dan berambut keriting dari suku terpencil yang dibaiat menjadi kepala suku, mengenakan rok pendek berbahan hasil alam di acara adat, tetapi berpakaian a la futuristik ketika bertarung dengan musuh.

You Might Also Like

0 komentar