Pulau Lae Lae Waktu Sore

Jumat, Maret 31, 2017

Sulawesi memiliki lanskap nan indah. Bahkan menyisir wisata alam Sulawesi Selatan, atau Makassar saja, sudah terasa begitu menyenangkan. Ada banyak pulau-pulau kecil yang bisa dikunjungi. 3 hari lalu saya menyeberang ke Pulau Lae-lae (entah penulisan yang benar Lae-lae, Laelae, atau Lae lae). Ia berjarak tak sampai 10 menit perjalanan perahu motor dari dermaga dekat Pantai Losari.

Flu berat mengawali minggu terakhir bulan Maret. Saya sempoyongan sejak Sabtu lalu. Hari Senin saya tak masuk kantor. Hari Selasa, selepas kondisi badan membaik dan kebetulan bertepatan hari libur, saya memutuskan plesir sejenak untuk melemaskan otot dan otak. Rupa-rupanya saya perlu menepi di pantai untuk merenung sebentar.

Lae-lae yang saya pilih. Nama pulau yang sudah saya googling beberapa kali sejak sekitar seminggu sebelumnya. Selain lokasinya yang tidak begitu jauh, gambaran di internet cukup menawan.

Waktu itu sudah sekitar jam 5 sore. Saya parkir motor di batas dermaga dengan membayar 5000 rupiah di awal. Seorang lelaki, Pak Yudi namanya, menawari saya jasa antar menyeberang ke Lae lae dengan perahu motor. Ia memathok harga 50000 rupiah untuk perjalanan pulang-pergi. Seketika saya iyakan. Ia berjanji akan menjemput di dermaga sesaat selepas maghrib.

Saya mulai berjalan dari dermaga Lae lae menuju gapura. Lalu melihat-lihat PLTD dan kantor desa yang menyokong seribuan warga Desa Lae lae. Selepas itu saya ke pantai duduk-duduk lalu foto-foto.

Saya tak mendapati sunset yang bagus karena matahari tertutup gumpalan awan. Tetapi secara umum pemandangan di Lae lae sudah cukup menghibur, walaupun masih ada beberapa sampah plastik yang berserakan.

Sebelum pulang saya bertemu dengan tiga orang anak: Heru, Anto, dan seorang lagi saya lupa namanya. Mereka minta difoto. Selepas itu HP saya mati. Saya tak bisa memperlihatkan hasil foto pada mereka. Karena itulah saya bilang kalau saya akan unggah foto mereka di blog (saya poskan di akhir tulisan). Saya menjelaskan mereka perihal internet dan cara akses blog. Lalu saya berpamitan dan kembali menuju dermaga menemui Pak Yudi.











Selamat bekerja untuk kemudian berlibur kembali.

You Might Also Like

0 komentar