Air Terjun Sewawar dan Sedinding Karanganyar

Selasa, April 05, 2016

Saya sudah seminggu liburan di kampung halaman. Saya manfaatkan hari-hari kosong itu dengan mengunjungi tempat wisata baru di daerah saya, yaitu Air Terjun Sewawar dan Sedinding. Hitung-hitung untuk melemaskan kaki yang sudah cukup lama tak berolahraga --karena tidak ada sparing partner-- dan memberi asupan pengetahuan mengenai kota sendiri.

Lokasi Sewawar dan Sedinding berada di Dusun Sekarang, Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Dua air terjun itu dibuka untuk wisata kurang dari setahun lalu, sekitar bulan September 2015. Jauhnya 15 menit perjalanan dengan motor dari rumah saya, barangkali 7-8 kilometer. Jarak dari pusat kota Karanganyar sekitar 25 kilometer.

Air Terjun Sewawar

Air Terjun Sedinding

Kedua obyek air terjun ini berada di lokasi yang berdekatan, pintu masuknya pun menjadi satu. Sewawar berlokasi di aliran yang lebih bawah dari Sedinding. Tinggi air terjun Sewawar sekitar 25 meter dengan lebar dasar aliran sekitar 15 meter. Sementara itu tinggi air terjun Sedinding sekitar 7 meter dengan lebar dasar aliran sekitar 2 meter.



Sewawar lebih mudah dijangkau. Jalurnya cukup mudah, 100 meter dari pintu gerbang. Sementara itu, Sedinding yang letaknya lebih tinggi, bisa dicapai dengan jalan kaki sekitar 300 meter dari gerbang, melewati jalan yang sedikit curam namun memiliki pemandangan bukit-bukit yang indah. Di kanan dan kiri jalan terdapat hamparan kebun milik warga setempat. Ada tanaman karet, durian, pisang, cabai, kopi, jahe, jambu, dan manggis. Cukup komplit, tapi tidak boleh dipetik pengunjung. Walaupun begitu, Anda bisa membeli buah-buahan sebagai oleh-oleh yang biasa dijual di beberapa warung di area parkir.

Pembukaan tempat wisata ini (diharapkan) cukup berdampak bagi perekonomian warga. Beberapa pemuda karang taruna bertugas sebagai penjaga parkir dan penjaga loket. Selain itu di area wisata juga terdapat empat warung makan yang dikelola warga setempat. Walaupun cuma ramai setiap akhir pekan, sepertinya keberadaan tempat wisata baru ini cukup menjadi angin segar. Apalagi jika melihat aktivitas warga yang banyak menambang tanah pasir dan menggunduli bukit. Tentu lebih baik jika sumber penghasilan warga dialihkan dari tambang ke wisata, karena lebih sustainable.

Namun, sebagaimana malaikat dan setan yang diciptakan beriringan, dampak baik dan buruk juga ada di Sewawar dan Sedinding. Tempat ini mulai dihuni sampah plastik di sepanjang jalur jelajah.

Saya mengunjungi Sewawar dan Sedinding sebanyak tiga kali, Pada Rabu (30/3), Jum'at (1/4), dan Minggu (2/4). Pada kesempatan kunjung yang ke tiga saya membawa kantong plastik dan memungut sampah plastik di sepanjang jalur. Hasilnya sekitar sekilo sampah plastik terkumpul.

Silakan berkunjung ke Sewawar dan Sedinding. Jangan jadi naif dengan buang sampah sembarangan. Memang hanya ada 3 tong sampah di sana, masing-masing satu di kedua air terjun dan satu di pintu loket, tapi kalau bisa santun sejak dalam pikiran kegagalan memahai teori susahnya plastik terurai di tanah seharusnya tidak ada.

You Might Also Like

0 komentar

Daftar Bacaan

Like us on Facebook