Repot-repot Beli Kantong Plastik 200 Rupiah

Minggu, Februari 28, 2016

Kebijakan kantong plastik berbayar sudah tepat. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebijakan ini tidak malah memberatkan konsumen dan menguntungkan penjual.

gambar: pixabay.com

Pemerintah telah memberlakukan peraturan kantong plastik berbayar melalui Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S. 1230/PSLB3-PS/2016. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRI) juga menyepakati penggunaan kantong plastik berbayar di ritel-ritel modern terhitung mulai tanggal 21 Februari 2016. Harga yang dipatok adalah 200 rupiah.

Pemberlakuan aturan ini sudah tepat, meskipun untuk saat ini baru diberlakukan di ritel-ritel modern. Sementara itu, untuk pasar-pasar modern yang 2-3 kali lipat lebih banyak menghasilkan sampah plastik belum tersentuh kebijakan ini.

Kebijakan ini menurut saya adalah kampanye positif untuk mendukung pengurangan penggunaan kantong plastik. Artinya pemerintah melakukan langkah persuasif mengajak masyarakat berpikir-pikir dulu sebelum menggunakan kantong plastik.

Ketika belum dicanangkan saja, aturan ini sudah banyak dibicarakan, ditambah lagi soal-soal dampak sampah plastik dan bagaimana masyarakat sudah terlalu banyak mengotori lingkungan dengan sampah plastik juga dibicarakan. Ada proses edukasi terhadap masyarakat.

Sebagian pihak menilai kebijakan ini tidak efektif karena harga yang dipatok terlalu murah. Tetapi tunggu dulu. Dengan harga 200 rupiah, yang tidak seberapa itu, konsumen bisa saja mengalami efek jera.

Kira-kira gambarannya seperti ini. Untuk membeli sebuah odol seharga 5000 rupiah, misalnya, plus kantong plastik, konsumen harus mengeluarkan 5200 rupiah. Jika menyetujui menggunakan kantong plastik, ia harus punya uang receh 200 rupiah. Jika tidak punya, ia mungkin akan bayar 5500 rupiah dengan kembalian 300 rupiah, atau bayar 6000 rupiah dengan kembalian 800 rupiah.

Keluar dari toko, ia akan menenteng 300 rupiah. Jumlah uang yang merepotkan. Jumlah uang yang buat beli gorengan atau bayar parkir saja tidak cukup. Biasanya jumlah uang 300 rupiah diberikan ke pengamen atau disimpan di celengan. Itupun kalau punya celengan, kalau tidak punya dan tidak mau diberikan ke pengamen atau pengemis, ya harus disimpan entah di saku celana, dompet, atau diletakkan di meja dengan resiko hilang.

Sungguh merepotkan. Apalagi kalau dilakukan berulang-ulang, repot dan resiko hilang juga bakal berulang. Jika ia memilih tidak menggunakan kantong plastik, kelar urusan.

Menurut Roy N. Mandey, Ketua Umum Aprindo, harga 200 rupiah itu masih di bawah rata-rata biaya produksi kantong plastik plus PPN. Jadi jika dikira-kira, mungkin harga kantong plastik per lembar ada di ksiaran 200-300 rupiah. Karenanya tidak bijak jika konsumen harus membayar kantong plastik melebihi harga produksi.

Hasil penjualan kantong plastik ini, jika laku, akan dialokasikan uintuk tanggung jawab sosial perusahaan di bidang perbaikan dan pengelolaan lingkungan. Karena itu juga, barangkali, pengusaha ritel lebih siap dijadikan obyek percontohan karena telah punya mekanisme CSR.

Kebijakan kantong plastik berbayar sudah tepat. Yang harus diatur selanjutnya adalah alokasi dananya. Jangan sampai kantong plastik berbayar justru dijadikan ladang bisnis baru bagi pengusaha ritel.

You Might Also Like

6 komentar

  1. peraturannya sudah jalan di beberapa toko (indomart,alfamart,dll) namun belum terlalu berjalan di toko kelontong. Mungkin ini salah satu cara untuk merubah kecenderungan konsumen untuk membeli di toko klontong/tradisional juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak juga. Tidak terlalu berpengaruh terhadap dominasi ritel terhadap klontong, atau sebaliknya. Cuma merubah kebiasaan memakai kantong plastik aja.

      Hapus
  2. Oh jadi hasil usaha penjualan kantong plastik akan dialokasikan buat CSR to? Informatif ini.

    BalasHapus
  3. Sebagai ibu2 rempong dan menganggap 200 berharga, lumayan kalo dikali 5 kantong bisa buat beli cabe, mending bawa goodie bag yg suka dikasih kalo ada event2... haha...tapi itu demi menyelamatkan lingkungan ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai hilang mbak goodie bag nya. Sering lupa naroh kalo ngga pas lagi dipake. itu saya sih. hehe.

      Hapus

Daftar Bacaan

Like us on Facebook