Maju Tak Gentar Membela Negara

Rabu, Oktober 14, 2015

Kaderisasi Bela Negara adalah program yang seharusnya dilakukan setelah berbagaik program yang lebih penting dirampungkan.

Bela Negara RINDAM III Siliwangi - youtube.com

Baru-baru ini muncul gagasan Kementrian Pertahanan untuk membuat program kaderisasi skala nasional, yaitu Program Kaderisasi Bela Negara. Program yang sangat baik untuk dilakukan, tapi urgensinya minim.

Setidaknya ide KBN lahir dari beberapa keinginan. Menko Polhukam mengatakan KBN dapat mendisiplinkan anak muda, sementara Menhan punya terminologi lain. Menurutnya KBN dapat mendidik masyarakat agar siap menghadapi ancaman militer dan nirmiliter (i.e: bencana alam, narkoba, dan penyakit menular).

Kegiatan semacam ini adalah reduplikasi dari kegiatan yang sudah ada.

Selama ini banyak masyarakat yang sudah digembleng oleh unitnya masing-masing soal bela negara, saat ikut ekskul di sekolah, di dunia kampus, atau saat menjadi anggota ormas. Bahkan ketika masuk dunia kerja pun sebagian korporasi mewajibkan calon karyawannya mengikuti kegiatan diklat semi-militer.

Jika KBN dianggap sangat mendesak untuk dilakukan, lebih baik dicangkokkan pada institusi yang sudah eksis. Dimasukkan ke kurikulum sekolah, melalui gerakan Pramuka, atau melalui latsar SAR misalnya. Jadi lebih sustainable dan berjenjang, karena institusinya sudah ada di masyarakat.

Tapi ya, percayalah sama saya. Dengan bekal sertifikat telah mengikuti Kaderisasi Bela Negara anda ga bisa melamar kerja, atau melamar gadis idaman, ga bisa juga bertahan hidup di tengah dunia yang keras. Tapi yang anda butuh ijazah sarjana & pengalaman kerja.

Iya, tujuannya bukan itu. Tapi gini, bela negara adalah bagian dari pendidikan karakter. Lebih luas lagi, bela negara adalah bagian dari pendidikan itu sendiri. Di saat pendidikan belum merata, di saat tidak semua orang bisa kuliah, di saat masih ada sekolah yang kualitasnya buruk dan kekurangan guru, lebih baik anggaran Bela Negara dialihkan untuk itu memperbaiki itu semua. Nantinya, pendidikan Bela Negara tetap dijalankan melalui institusi sekolah.

Toh cinta negara, sikap bela negara, dan semacamnya tidak bisa diukur lewat seberapa cakap seseorang tahu dasar-dasar militer dan pertahanan. Tiap warga negara punya kerja dan karya masing-masing untuk mengekspresikan keberpihakan pada negara. Negara itu komponennya ada tiga: tanah, rakyat, pemerintah. Sudahkah berpihak pada ketiganya?

You Might Also Like

0 komentar

Daftar Bacaan

Like us on Facebook