Tuntutan Pertemanan

Sabtu, Mei 09, 2015

Saya suka iri dengan teman yang selalu ada di waktu yang tepat, di saat yang tepat. Teman yang telinganya lebar, kakinya cepat dan tangannya ringan. Teman yang egaliter, yang selalu punya waktu banyak dan bisa melawan rasa enggan untuk peduli pada yang lain. Teman yang suka membantu yang lain.

Saya tak pernah peduli jika saya harus sibuk mengurusi masalah sendiri secara berdikari, tapi saya suka kuatir kalau-kalau saya tidak bisa melawan rasa enggan dan tak cukup punya banyak waktu untuk sibuk meringankan beban yang lain.

Jika sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat pada yang lain, maka sejahil-jahil manusia adalah ia yang kebermanfaatannya nihil pada yang lain. Sebagai orang biasa, saya menghindari menjadi orang yang tak bermanfaat semacam itu. Tapi apa daya, kadang kok ya saya sepertinya begitu-begitu saja.

Benar jika terkadang pertemanan dinilai dari sentimen kedekatan, tapi kebermanfaatan (bukan dalam hal sepicik materi tentunya) juga salah satu elemen pertemanan, saya pikir.

You Might Also Like

0 komentar