Psikotes

Jumat, Mei 15, 2015

3 Hari lalu saya menjalani psikotes untuk seleksi perekrutan karawan sebuah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang energi. Saya banyak membaca di internet mengenai cara mengerjakan psikotes yang benar dan baik, terutama masalah menggambar. Hasilnya satu artikel dengan yang lain tidaklah sama. Walaupun secara umum banyak kemiripan.

Saya juga banyak bertanya dengan teman yang lolos tes serupa. Tidak terlalu detail saya bertanya. Darinya saya mencari tahu apa-apa saja fase dalam psikotes, teknis pengerjaannya, dan persiapan-persiapan non-teknis yang ia lakukan.

Beberapa tahun sebelumnya saya mengikuti psikotes di perusahaan yang sama. Hasilnya saya lolos. Waktu itu saya sama sekali tidak mempersiapkan psikotes tersebut, kecuali saya hanya menyiapkan alat-alat yang diperintahkan dibawa. Saya benar-benar tidak mengerti pathokan penilaian psikotes waktu itu, pun sekarang.

Jadi saya ambil sikap, ya kira-kira saya mengerjakan psikotes hampir sama seperti waktu saya kerjakan psikotes 5 tahun lalu, tetapi ditambah beberapa tips yang dibaca di internet. Terutama dalam tes menggambar. Jadinya, tips di internet yang kira-kira sesuai dengan imajinasi gambar di kepala, saya pakai. Selebihnya saya percaya diri saja. Ya karena saya tak tahu pasti pathokan penilaian psikotes dan informasi di internet mungkin bisa benar bisa tidak.

Banyak yang menuliskan pula, psikotes adalah urusan alam bawah sadar. Saya tidak tahu apakah yang diingini alam bawah sadar dapat selaras dengan yang diingini alam sadar setelah saya sudah membaca informasi-informasi mengenai tips psikotes. Atau dengan kata lain, apakah kondisi psikologis seseorang dapat berubah ketika sebelumnya memilih menggambar sesuatu lalu merubah gambarnya karena mengikuti tips di internet. Saya yakin tidak sesederhana itu.

Lain waktu saya ingin baca buku psikologi, tetapi belum tahu sama sekali malah, buku mana yang harus saya baca. Definisinya pun saya kira saya tak tahu pasti. Juga akan bedakah kondisi psikologis saya jika telah membaca buku-buku seperti itu. Ataukah mungkin saya bakal lebih baik ketika dinilai lewat psikotes setelah baca buku-buku seperti itu. Atau gimana sih?

Yuk beajar!

You Might Also Like

0 komentar