Media Gathering Tokopedia

Minggu, Maret 29, 2015

Salah satu pioner platform e-commerce di Indonesia, Tokopedia, mengundang beberapa media dan blogger Semarang dalam acara Media Gathering Tokopedia yang dilaksanakan Senin, 23 Maret 2015, di Hotel Amaris, Jalan Pemuda No. 138 Semarang. Dalam acara ini, Tokopedia yang menghadirkan salah satu co-founder-nya, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan bagaimana Tokopedia tumbuh dan berkembang sejak didirikan pada tahun 2009 lalu.

Suasana Media Gathering Tokopedia Semarang - instagram.com/asmaridexter

Tokopedia adalah salah satu perusahaan start up yang lahir tatkala terjadi hype start up  tahun 2009 - 2010 lalu. Dari sekian banyak perusahaan start up yang lahir pada waktu itu, Tokopedia adalah salah satu yang masih tetap eksis dan berkembang dengan cukup baik hingga saat ini. Bahkan, saat ini juga telah banyak bermunculan platform e-commerce serupa.

Secara sederhana Tokopedia menyediakan fasilitas bagi para penjual untuk menampilkan produk di website Tokopedia.com, lalu penjual dan pembeli dapat berinteraksi melalui website tersebut. Tokopedia adalah pihak ke-3 yang menjembatani transaksi tersebut. Salah satu fitur andalan yang diberikan Tokopedia adalah adanya rekening berbagi yang akan menahan uang transaksi diberikan kepada penjual hingga barang sampai di tangan pembeli.

Media Gathering Tokopedia ini bertujuan untuk mengenalkan Tokopedia kepada masyarakat dan sebagai salah satu cara mencapai visinya untuk memajukan UMKM di Indonesia dengan internet. Acara yang dimulai sejak sore hari itu dibagi menjadi 2 sesi: perkenalan Tokopedia & tanya jawab dengan salah satu co-founder, Leontinus Alpha Edison. Ada beberapa catatan khusus yang menarik bagi saya.

Leontinus Alpha Edison, co-Founder Tokopedia

Sebaran pengguna platform e-commerce Tokopedia

Ya. Sebagaimana yang kita tahu, pengguna internet dan berbagai platform maya didominasi oleh masyarakat Jawa, atau bahkan boleh dikata Jabodetabek. Para seller dan buyer yang menggunakan platform Tokopedia pun sebagian besar berasal dari Jabodetabek, meskipun di kota-kota lain seperti Surabaya, Jogja, Bandung, Solo, dan Semarang pun juga sudah berkembang, tetapi tentu secara kuantitasnya masih di bawah pengguna dari Jakarta.

Ada kecenderungan para pengguna platform e-commerce, meskipun tetap di dunia maya, lebih suka bertansaksi dengan sesama pengguna yang berasal dari kota yang sama. Sebagai contoh, jika ada seseorang yang ingin membeli barang secara online lewat Tokopedia, ia akan cenderung mencari penjual barang yang berasal dari kota yang sama, karena alasan biaya pengiriman yang lebih murah atau juga karena faktor trust, sehingga wajar jika sebaran pengguna Tokopedia banyak terpusat di kota-kota besar.

Menakar nasib start up Indonesia

Jelas bahwa Tokopedia lahir di era awal start up lokal Indonesia bermunculan. Boleh dibilang Tokopedia adalah salah satu pioner start up Indonesia, khususnya dalam bidang e-commerce karena lebih dulu berdiri dari perusahaan sejenis. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepada Leontinus saat sesi tanya jawab, tentang perkembangan start up di Indonesia. Ia mengatakan, saat ini start up di Indonesia memasuki masa 'tak sporadis'. Artinya tidak lagi banyak start up yang bermunculan, karena setiap orang mulai berhitung, bahwa mendirikan perusahaan start up harus selalu penuh pertimbangan. Ia juga mengatakan perusahaan-perusahaan start up Indonesia yang lahir 5-6 tahun lalu banyak yang gulung tikar.

Leontinus juga mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penentu laju perkembangan bisnis start up di sebuah komunitas masyarakat, antara lain: sumber daya masyarakat khususnya ketersedian para expert dalam bidang digital, daya serap teknologi masyarakatnya khususnya teknologi internet, dan regulasi dari pemerintah tentunya.

Pada dasarnya bisnis start up berusaha memecahkan persoalan di masyarakat dengan menyediakan layanan berbasis digital atau internet. Tokopedia, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, adalah salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan kemudahan dalam memasarkan produknya.

PS: toko online tokopedia saya tokopedia.com/rosostore

You Might Also Like

0 komentar