The Impossible

Minggu, Januari 25, 2015

Saya mengenal tsunami pertama kali dari buku RPUL yang saya baca saat kelas 4 SD. Ada satu bagian buku yang memuat informasi mengenai daftar-daftar bencana alam terbesar di dunia. Saat itu saya merasa heran dengan daftar jumlah korban yang tertera pada bencana gempa tsunami karena jumlahnya sangat banyak, sampai ratusan ribu.

Beberapa tahun kemudian, bencana alam tsunami Aceh terjadi. Saat itu saya sadar bagaimana keganasan gelombang tsunami adanya. Bencana tersebut menewaskan 230.000 jiwa di 14 negara. Barangkali tidak ada suatu negara pun yang benar-benar siap dengan tragedi semacam itu.

J.A. Bayona memfilmkan peristiwa ini dalam "The Impossible". Film ini didasari pada kisah nyata yang dialami oleh Quique Alvarez beserta istrinya Maria Belon, dan ketiga anaknya, yaitu Lucas, Tomas, dan Simon. Keluarga ini mengalami hari-hari yang berat karena tercerai-berai terkena tsunami ketika berlibur di sebuah resort di Khaolak, Thailand.

Film ini tidak berusaha menguak luka lama, ini adalah film tentang seluruh anggota keluarga yang berusaha bertahan hidup, saling peduli, saling mencari, dan saling menjaga satu sama lain. Ini bukan sebuah film horror yang menceritakan bagaimana menyeramkannya bencana tsunami. Gambaran sapuan gelombang besar tsunami yang meluluh-lantahkan segalanya memang ditampilkan seperti kenyataan, begitu juga dengan hutan-hutan dan desa-desa yang ikut tersapu tsunami, tapi sebagian besar cerita yang disuguhkan adalah soal bagaimana orang-orang yang mencoba bertahan hidup dan saling peduli satu sama lain.

Hari masih pagi dan pendar matahari melaju rendah. Keluarga ini sedang menikmati pagi hari sesaat sebelum gelombang tsunami datang. Maria duduk di tepi kolam renang sambil membaca buku, sementara Quique sedang bermain dengan ketiga anaknya di kolam renang. Pagi hari yang lengang itu disapu habis oleh tsunami.

Maria terseret gelombang hingga jauh ke tengah rawa-rawa. Dengan luka yang dalam di dada dan kakinya ia bertahan hidup. Di tengah pusaran gelombang yang belum reda ia berhasil menemukan Lucas, anak tertuanya. Mereka berdua berhasil mencapai sebuah pohon bersama seorang anak bernama Daniel yang mereka selamatkan. Mereka bertahan hingga dua orang warga lokal yang menyisir rawa-rawa menemukan mereka. Para warga memberinya air dan pakaian, lalu mengantarkannya ke rumah sakit yang telah dipenuhi para korban yang mengalami luka-luka.

Sementara itu, Quique secara tidak sengaja bertemu dua anaknya Tomas dan Simon setelah memutuskan untuk kembali ke resort. Ketika para relawan ingin merelokasi seluruh korban selamat ke daerah pegunungan, Quique mengambil keputusan berat. Ia memutuskan masih ingin bertahan di pesisir untuk mencari Maria dan Lucas, lalu Quique menitipkan Tomas dan Simon kepada seorang wanita paruh baya yang juga ikut mengungsi ke daerah pegunungan. Tentu Quique tak menemukan Maria dan Lucas, karena keduanya telah berada di tempat lain. Kini Quique justru juga kehilangan Tomas dan Simon. Saat Quique menyusul mereka berdua ke pengungsian di daerah pegunungan, ia tak mendapati keduanya, karena para pengungsi anak-anak yang terpisah dengan orangtuanya dipindahkan ke suatu tempat yang tak ia ketahui.

Dengan sebuah keajaiban, keluarga yang sudah tercecer ini dipertemukan kembali. Ketika menumpang sebuah truk dengan rombongan pengungsi, Quique meminta pada sopir untuk memberhentikannya sementara ketika mereka melewati sebuah rumah sakit. Ia berharap bisa menemui istri dan anaknya di rumah sakit tersebut. Sementara itu Tomas dan Simon yang semula diangkut bersama anak-anak lain dengan truk turun di sekitar rumah sakit tersebut karena ingin buang air kecil. Hal inilah yang membuat satu keluarga ini kembali bertemu, karena ternyata Maria yang terluka parah bersama Lucas ada di rumah sakit tersebut.

Di tengah kerumunan orang di rumah sakit, Lucas seperti melihat ayahnya. Ia berusaha berlari mengejar ayahnya tersebut hingga ke jalanan, tapi tak ada. Ia berteriak-teriak. Tomas dan Simon mengenali suara teriakan Lucas. Mereka berdua pun menghampiri Lucas.

Sementara itu Quique yang hampir putus asa mencari keluarganya, kembali ke truk. Namun, truk yang ia tumpangi mogok dan ia memutuskan kembali berjalan-jalan mencari keluarganya. Tanpa disengaja ia bertemu ketiga anaknya. Keluarga ini pun kembali bersama.

Banyak potongan-potongan cerita mengharukan dalam film ini. Seperti saat ada seorang lelaki yang walaupun juga terluka parah, tetapi ikut membantu Quique mencari istrinya. Juga ada Daniel, bocah kecil yang ikut bersama Lucas dan Maria tatkala terjebak di semak-semak. Ketika Maria sudah hampir patah arah, dengan kepolosannya Daniellah yang menghibur Maria. Dan maih banyak lagi.

The Impossible adalah film pertama tentang tsunami 2004 yang saya tonton. When the first one is the best, you don't need the second. Tetapi jika ada film lain tentang tsunami yang punya cerita berbeda, ya boleh boleh saja menonton.

You Might Also Like

0 komentar

Daftar Bacaan

Like us on Facebook