Cilacap Pathway: Boulevard Jalan Rinjani

Sabtu, Agustus 02, 2014

Postingan ringan mengenai perjalanan 24 jam ke Cilacap masih berlanjut. 22 Juni ba'da Maghrib kami mengitari kota Cilacap yang tidak terlalu besar dengan tujuan akhir ke boulevard di Jalan Rinjani.

Kami melewati beberapa titik wisata kuliner di Cilacap, dari sepanjang alun-alun kota hingga menyusuri gang-gang kecil. Saya tak sempat mengabadikan semua itu lewat kamera karena kami melakukan perjalanan dengan mengendarai mobil. Pun saya tak hafal nama jalan dan gang-gang kecil yang kami lalui.

Kalau sempat ke Cilacap, cobalah berwisata kuliner di area alun-alun kota yang menjadi pusat kuliner. Dari sana akan ada banyak jalur pilihan yang bisa ditempuh selanjutnya. Ada gang-gang kecil yang penuh jajanan kuliner di beberapa titik sedikit di luar area alun-alun kota.

Khusus di area alun-alun ini, tiap malam Minggu digelar pasar Cia-Cia, semacam pasar malam mirip Pecinan di Semarang. Di hari-hari biasa, seperti saat saya mengunjunginya, para penjaja kuliner pun tak kalah ramai.

Memang ada beberapa kedai di area alun-alun kota yang selalu buka tiap hari. Yang menyita perhatian saya adalah Milk Max. Orang-orang di depan kedai Milk Max, duduk di atas bangku yang berjajar rapi untuk mengantri. Bukan untuk nongkrong, tapi untuk sekadar mengantri.

Perjalanan pun berlanjut. Setelah sempat mampir membeli martabak manis Alaska yang sudah sangat terkenal itu, kami menuju ke Grek Chocolate & Coffee di boulevard Jalan Rinjani. Boulevard Jalan Rinjani merupakan venue kuliner dengan bentuk jalan menyerupai letter U.

Jalanan di Boulevard Rinjani ini tak terlalu ramai. Orang-orang dapat mengitari boulevard dengan sekali jalan untuk mampir atau sekadar melihat-lihat kedai-kedai yang ada di sana lalu kembali ke jalan utama, ke Jalan Rinjani. Jadi, boulevard ini bukan jalan umum, tapi jalan khusus kuliner --ada juga sebuah distro disana-- yang tak banyak lalu lalang kendaraan, tapi kedai-kedainya selalu penuh pengunjung.

Ini potret Boulevard Rinjani yang saya ambil dari ujung boulevard.

Ada banyak kedai di jalan Rinjani mungkin sekitar 20-30-an. Berikut beberapa kedai di Boulevard Rinjani yang saya foto.

Kedai "Semplo".

Sebuah kedai yang saya tak tahu namanya. Lokasinya ada di depan kedai Semplo.

Cafe Susu PL yang terletak di antara Grek Chocolate & Coffee dan kedai "Semplo".

Grek Chocolate & Coffee tampak dari samping.

Pintu masuk Grek Chocolate & Coffee.

Terakhir, kami mampir di Grek. Di Cilacap, Grek merupakan tempat nongkrong yang sudah berdiri sebelum tempat sejenis lainnya, bahkan sebelum Jalan Rinjani seramai sekarang. Tak heran di kafe Grek ini selalu ramai di serbu anak-anak muda untuk sekadar nongkrong atau melakukan pertemuan agak serius seperti yang kami lakukan, mengobrol soal bisnis.

You Might Also Like

1 komentar

  1. thanks infonya gan, yuk cek juga
    http://bhina.co.id

    BalasHapus

Daftar Bacaan

Like us on Facebook