Cilacap Pathway: The Most Delicious Lontong Opor and a Prologue

Selasa, Juni 24, 2014

Hiburan tengah kota apa yang anda harapkan dari sebuah kabupaten kecil yang kebanyakan jalanannya hanya dikitari persawahan dan bangunan-bangunan yang belum jadi?

Kesan pertama kota Cilacap memang tak terlalu istimewa. Apalagi bagi orang yang belum terlalu kenal kota ini, seperti saya. Dua tahun lalu saya memang sempat singgah di Cilacap, tepatnya saat melakukan kunjungan industri di Pertamina Refinery Unit IV. Waktu itu kami sempat menikmati wisata pesisir dengan mengunjungi Nusa Kambangan dan tak sempat menjajal keramaian kota Cilacap.

Tetapi, kali ini lain, saya hanya punya waktu kurang dari 24 jam selama di Cilacap. Tujuannya pun sebenarnya bukan main-main, urusan perniagaan. Saya dan Ibam harus melakukan visitasi ke kedai kuliner milik Ryan Black dan memberikan beberapa rekomendasi kepadanya agar jalannya perniagaan menjadi lebih baik.

Berangkat Selasa 24 Juni 2014, pukul 1.00 dini hari, saya dan Ibam --dengan ditemani Zainal Abidin-- berangkat dari Semarang menggunakan jasa travel Sumber Kencana. Pukul 6.00 pagi kami tiba di Cilacap.

Setelah mengantarkan Abi --panggilan akrab Zainal Abidin-- Ryan mengajak kami sarapan di sebuah warung lontong opor. Ya, lontong opor, kuliner yang belakangan sudah sangat mainstream di Tembalang.

Sebelum sampai di warung, Ryan sempat mengajak kami mengitari tengah kota. Ia sempat menunjukkan beberapa tempat wisata kuliner malam hari, salah satunya Cia Cia, semacam Semawis jika di Semarang. Tapi kami melintasi tempat itu pada pagi hari. Tentu hanya hambar terasa.

Pukul 7.00 kami menyantap lontong opor "Pak Mul" yang menurut Ryan sangat terkenal dan selalu diserbu pengunjung. Rasa lontong opor "Pak Mul" sangat lumayan dengan perpaduan cita rasa manis, gurih, asin, asam, dan pedas. Lontong opor "Pak Mul" adalah lontong opor terbaik yang saya santap tahun ini. Sungguh sajian kuliner pembuka hari yang nikmat di kala pagi nan dingin dirundung mendung.

Kedai Lontong Opor & Bubur Ayam "Pak Mul"

lontong opor "Pak Mul"

Lontong opor "Pak Mul" ini memang prolog yang menawan. Benar saja, sehabis itu kami diajak Ryan menyusuri jalanan penuh kedai-kedai kuliner nan ikonis dan tertata rapi, Jalan Rinjani namanya. Berbagai macam kedai kuliner ada disana, mulai kedai susu, kafetaria, ayam bakar, bahkan burjo yang juga sudah sangat mainstream di Tembalang juga ada. Menurut Ryan, Jalan Rinjani baru akan ramai pada malam hari.

Kami cuma punya waktu kurang dari 24 jam di Cilacap. Kita lihat saja, apa yang bisa kami lakukan disini. Tapi sungguh, wisata tengah kota Cilacap tak buruk-buruk amat. Saya kira tak begitu kalah dari wisata pesisirnya. Lain kali coba anda sempatkan mampir ke Cilacap.

You Might Also Like

2 komentar

  1. udah lama ga makan opor, klo inget opor jadi inget lebaran

    BalasHapus
  2. Oh, ini tentang promosi makanan toh. Hehe. :D

    BalasHapus

Daftar Bacaan

Like us on Facebook