Nikahan Anywhere

Sabtu, Mei 31, 2014

Salah satu undangan paling penting di dunia ini adalah undangan pernikahan. Jika membaca buku-buku mengenai munakahat anda pasti mendapati pelajaran berharga: pentingnya mendatangi resepsi pernikahan.


Pukul 6 pagi saya sudah siap berdandan di depan cermin kamar kontrakan untuk menjajal baju batik milik teman. Sudah jamak bagi semua orang memakai baju batik untuk menghadiri resepsi pernikahan. Tetapi, karena merasa tak cocok, akhirnya saya memutuskan mengenakan kemeja flanel saja pada hari itu untuk menghadiri resepsi pernikahan tetangga saya, Risma Intan Darmastuti.

Setelah siap, saya menempuh perjalanan Semarang - Solo selam 3 jam untuk menghadiri acara resepsi tersebut.

Untuk berjaga-jaga, sebelumnya saya menelepon bapak saya agar membawakan satu atau dua baju batik miliknya supaya saya bisa ganti baju nantinya. Namun, hingga acara selesai pun saya akhirnya tetap mengenakan kemeja flanel yang sama.

Ribet kalo harus ganti baju pas acara resepsi udah mulai!

Intan, begitu ia dipanggil, merupakan anak Drs. Aris Santoso, tetangga kami yang baik hati. Keluarga bapak saya dan Pak Aris sudah sangat akrab. Pak Aris dan keluarga merupakan tetangga paling protagonis di antara tetangga-tetangga dekat yang lain sewaktu rumah kami masih berjarak satu rumah saja.

Sekarang, ketika kami sekeluarga sudah berpindah rumah --tetap dalam satu RT yang sama-- kedua keluarga masih saling akrab. Salah satu anak Pak Aris, Dimas Aryo, pun juga pernah tinggal satu kontrakan dengan saya selama 3 tahun saat kuliah. Jadi, menghadiri resepsi pernikahan Intan menjadi hal yang saya prioritaskan hari itu, meskipun saya tak sempat mengikuti resepsi di hari pertama.

Resepsi pernikahan Intan diadakan di dua tempat dan dua waktu yang berbeda. 23 Mei di tempat keluarga mempelai wanita dan 24 Mei di tempat keluarga mempelai pria.

Intan dan suami kabarnya sudah saling mengenal sejak SMA. Kini saat semua hal telah mapan, mereka memutuskan mengikat diri satu sama lain dalam jalinan pernikahan.

Pukul 9 pagi saya sudah sampai di desa yang dituju. Desa Kalijirak namanya. Bermodalkan pendengaran, saya jalankan motor mengikuti suara gemuruh ning nong ning gung yang berkumandang. Jalanan yang saya lewati benar-benar ekstrim. Saya tak bisa membayangkan, bagaimana riuhnya rombongan mempelai wanita yang mengendarai mobil itu melewati jalanan ini.

Jalanan ke tempat resepsi
Setelah melewati jalanan berbatu melintasi hutan dan sawah, dan juga dengan diboncengi seorang nenek-nenek renta yang berpapasan dengan saya di tengah jalan, saya sampai juga di lokasi.

Yang diboncengi nenek-nenek itu bukan saya, lain!
Kenduri pernikahan merupakan gelaran paling akbar di desa-desa yang warganya masih memiliki rasa saling nyengkuyung satu sama lain. Biasanya akan ada panitia khusus yang dipersiapkan untuk menjalankan acara sakral ini. Mereka dibentuk 1-2 minggu sebelum hari H.

Semua tetangga akan turun tangan dalam kepanitiaan. Beberapa dari bapak-bapak dan ibu-ibu akan menjadi penerima tamu, pembagi souvenir dan berkat --makanan ringan sebagai oleh-oleh tamu, juru masak, atau perwakilan keluarga untuk menyampaikan pidato. Para muda-mudi akan menjadi pelayan bagi para tamu. Mereka bertugas menyajikan beberapa makanan ringan dan tiga sajian utama: appetizer (biasanya sup), maincourse (biasanya sepaket nasi sambal goreng dan teh hangat), dan dessert (biasanya es buah). 

Di hari itu orang-orang terlihat necis. Tak jarang pula para bapak-bapak di desa hanya memiliki satu stel jas bermotif polkadot dan sepasang sepatu pantofel yang hanya mereka kenakan di acara pernikahan. Pun sepertinya begitu pada pernikahan Intan di hari itu.

Pukul 10 pagi, rombongan sudah tiba. Acara dimulai dengan beberapa prosesi formal. Mereka menggunakan bahasa Jawa tingkat dewa yang sangat susah bagi saya untuk memahaminya.

Pukul 1 siang acara usai. Saya pulang kembali ke rumah untuk beristirahat sebentar sebelum kembali ke Semarang dan menjalani kesibukan seperti biasa.

Selamat Mbak Intan atas nikahannya. :)

You Might Also Like

0 komentar

Daftar Bacaan

Like us on Facebook