Main Bola tak Harus Sembunyi Lagi

Selasa, Desember 24, 2013

Saya masih ingat waktu-waktu ketika saya bermain bola dengan tanpa alas kaki di waktu SD. Tanpa motivasi yang berlebih untuk menekuni olahraga sepakbola secara serius, saya tetap saja ingin bermain bola dengan perlengkapan yang komplit laiknya anak-anak sepantaran yang berlatih di SSB yang sama. Sekarang di masa yang lebih baik, saat kondisi finansial saya lebih baik, keinginan untuk membeli sepatu bola sudah bisa terpenuhi. Apalagi sekarang membeli sepatu bola tidak perlu lagi repot-repot menyusuri gerai-gerai apparel di pusat-pusat perbelanjaan, kita bahkan dapat berbelanja sepatu sepakbola atau futsal secara online di Lazada.

Saya menyadari, di waktu itu saya masih cukup beruntung karena akhirnya orang tua mendukung hobi bermain bola walaupun tanpa tujuan menekuninya secara profesional. Beberapa cerita di luar sana, tentang anak-anak yang ingin menekuni sepakbola secara serius, justru terdengar miris. Sebagian anak-anak yang menjadikan sepakbola sebagai cita-cita, justru harus bersusah payah meyakinkan orang tua bahwa olahraga sepakbola sudah cukup menjanjikan.

Ada sebuah film berjudul "Garuda di Dadaku" yang mengisahkan seorang anak yang bermain bola secara sembunyi-sembunyi dan mengikuti seleksi tim nasional secara sembunyi-sembunyi karena mendapat larangan dari kakeknya. Di dunia nyata hal tersebut juga terjadi. Dulu Marwal Iskandar, salah satu mantan pemain Persib dan Persija pernah menuturkan saat masih kecil orang tuanya pernah membakar sepatu sepakbola yang ia gunakan untuk bermain bola. Tentu saja hal itu terjadi karena masih banyak orang tua yang menganggap sepakbola bukan profesi yang menjanjikan.

Namun, untuk saat ini mindset seperti itu harusnya mulai dikikis. Untuk ukuran nasional saja, bagi pemain sepakbola yang berlaga di liga teratas di Indonesia, sedikitnya mereka bisa memperoleh penghasilan 10 juta rupiah setiap bulannya meskipun bukan merupakan pemain utama. Untuk ukuran pemain bintang seperti Bambang Pamungkas atau Firman Utina, bahkan bisa memperolah penghasilan 100 juta rupiah per bulan dari bermain sepakbola, belum lagi penghasilan dari brand atau iklan yang mereka bintangi. Melihat salary pemain-pemain tersebut, tentu sepakbola sudah bisa dikatakan sebagai sebuah profesi yang menjanjikan.

Sekarang seharusnya tidak ada lagi alasan untuk mengekang mimpi anak-anak yang berkeinginan menjadi pemain sepakbola. Sepakbola yang dulunya hanya pengisi waktu luang ketika sore hari tiba atau sekadar tontonan akhir pekan sudah menjadi hal yang bisa lebih dekat dengan kita.

Sudahlah, jika punya anak atau saudara yang ingin jadi atlet sepakbola, dukunglah saja, hehe. Jika perlu berikan dukungan pada mereka dengan memberikan kado berupa sepatu bola, misalnya. Jika ingin mencari referensi mengenai produk-produk sepatu bola atau futsal, anda bisa mengunjungi toko online Lazada Indonesia. Berikut contoh produk yang bisa kita beli disana, Joma Aguila MS.
[gambar: wikipedia & Lazada]

You Might Also Like

5 komentar

  1. sekarang atlet gajinya ngeri2 apalagi klo ngeliat gaji pemain liga eropa yang seminggu bisa milayaran , ngileeerrrr.....

    BalasHapus
  2. kita bicara yg Indo aja dulu yaa.. krn poinnya itu. :))

    BalasHapus
  3. Yah .. gpp .. yang penting kan mereka berjuang tuh ... biar kita bisa terkenal di mancanegara kan yah pak

    BalasHapus
  4. berjuang terus pantang menyerah semangat indonesia

    BalasHapus