Gagal Kepo

Jumat, Agustus 16, 2013

"Yg ketinggalan info, baca favorites tweet dulu ya..," tulis sebuah akun anonim di bio akun twitter-nya.

Akun tersebut disinyalir menulis kalimat itu di bio karena para follower-nya sering menanyakan hal yang sama berulang-ulang, sehingga ia mem-favorite beberapa tweet penting agar ia tak perlu menjawab ulang pertanyaan-pertanyaan yang sama dari para follower-nya.

Twitter berhasil menjembatani orang-orang Indonesia --yang malu-malu di dunia nyata-- menjadi lebih aktif dan interaktif di dunia maya. Disadari atau tidak, sebagian banyak orang --mungkin termasuk saya-- terlihat lebih 'jago' berbicara di twitter atau media sosial lainnya daripada di dunia nyata. Mungkin karena di dunia maya resiko dimarahi karena terlalu banyak omong atau terlalu banyak tanya tidak terlalu besar, atau bahkan tidak ada.

Di dunia nyata, mungkin orang akan malu dan malas jika harus banyak bertanya ke orang lain untuk menggali informasi (padahal itu kunci berpengetahuan, hehe), apalagi jika penanya ingin mendapatkan informasi yang lengkap dan panjang. Di dunia nyata, penanya juga bakal melihat kondisi-kondisi lahiriah orang yang ditanyai seperti raut wajah, gestur, dan lainnya. Jadi, kalau yang ditanyai terlihat sibuk, capek, atau lesu, pasti orang akan sungkan bertanya padanya.

Lain halnya di dunia maya. Orang tak melihat kondisi-kondisi fisik orang yang ditanyai karena tak bertemu langsung. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa orang lebih aktif di dunia maya, termasuk untuk tanya-tanya di twitter.

Yang jadi masalah adalah, ketika ingin mendapatkan informasi di dunia maya (internet), kebanyakan orang lebih mendahulukan bertanya daripada mencari sendiri informasi tersebut. Padahal informasi-informasi itu sudah bertebaran di dunia maya. Apalagi informasi yang ingin didapat --sebenarnya-- merupakan hal-hal yang simple, seperti tanggal atau tempat.

Di twitter, bentuk-bentuk kemalasan mencari informasi ini ada banyak, misalnya: malas membuka link, malas menggunakan fitur search-box, atau bahkan malas membaca. Contohnya, ada orang yang me-reply tweet di twitter dengan sebuah mention berbunyi: "Ini acaranya kapan?" Padahal apa yang ia tanyakan (tanggal acara) sudah ada di tweet yang ia reply. Hmmmm..

Pada dasarnya, antusiasme yang tinggi akan sebuah informasi sangatlah baik. Tapi, alangkah baiknya antusiasme itu juga dibarengi dengan rasa sabar dan teliti untuk membaca informasi secara seksama agar kita tak menjadi orang yang gagal kepo.

@ismail_kra

You Might Also Like

3 komentar

  1. Bener banget bos...haha
    Kasian ngeliat mimin yang ditanyain info ttg UKT & PMB.... ditanya berulang-ulang... yg ga ada ditanyain juga.... Semoga sang mimin sabar ya... aamiin
    hehe
    Promosi juga ah
    @taufikarahmat

    BalasHapus
  2. saya kan jg pernah ngerasain jd akun anonim, jadi tahu suka dukanya..

    BalasHapus
  3. wah kalo tweet saya mah justru agak takut buat ceplas ceplos. sama ga enak cuma 140 karakter

    kalo di blog ya bablas aja. haha :))

    BalasHapus