Anak Kecil Ngomongnya Aneh-aneh...

Senin, Juli 23, 2012

Sabtu 14 Juli 2012 saya pertama kali pulang ke rumah setelah menempuh ujian akhir semester yang sangat berat. Dengan sangat kejam, kesibukan selama kuliah membuat saya lupa, ternyata kedua adik saya sudah naik kasta. Yusuf (12) sekarang sudah jadi murid ibu saya di SMP. Aden (4) sudah akan mulai banyak diajari gambar-menggambar dan corat-coret di TK yang letaknya tepat di sebelah playgroup tempat ia bermain sebelumnya.
Satu yang selalu saya nanti-nanti setiap pulang ke rumah adalah perkembangan Aden yang masih sangat sulit mengucap huruf “R”, dan ternyata sampai sekarang ia belum bisa mengucapkan huruf “R”. Tapi itu tak masalah. Sewaktu Aden masuk sekolah, ia akan lebih banyak mendengar huruf “R”. Dengan begitu semoga ia akan lebih mahir melafalkan setiap hutuf abjad dari A-Z. “Orang bisa bicara benar, karena mendengar yang benar,” begitu kata Marry Leonhart dalam bukunya “99 Ways Get Kids to Love Reading”.
Wajar ketika seorang anak usia 4 tahun belum bisa bicara sempurna. Bicaranya sering agak ngawur dan yang keluar dari mulutnya berbeda dari apa yang dipikirkan. Jadi terlihat lucu. Anak kecil yang sebenarnya ingin meledek temannya bisa berbalik menjadi memuji, karena susunan kalimat yang diucapkan salah. Dulu adik saya Yusuf ketika masih berusia 4 tahun beberapa kali ingin meledek saya, tetapi hasilnya saya justru dapat pujian darinya. Saat itu Yusuf ingin bilang: “Baru gitu aja nyerah..!” Tetapi yang keluar: “Gitu aja baru nyerah..!” Atau ketika Yusuf ingin bilang: “Baru gitu aja sakit..!” Jadinya: “Gitu aja baru sakit..!” (?)
Yang juga terdengar lucu adalah ketika saya melihat Aden berdebat dengan tentangga berwajah bule kami, Raffi. Anak kecil kelas 1 SD yang sekarang sudah lancar berbicara. Raffi dan Aden saat itu sedang berdebat soal permen warna-warni berbentuk tablet yang dibeli Aden. Tampaknya orang tua Raffi telah berhasil ‘mendoktrin’ Raffi untuk tidak menyukai permen yang bentuk dan warnanya aneh-aneh.
“Jangan makan permen seperti itu lho..! Itu pake cat kain warnanya,” kata Raffi pada Aden dengan bahasa Indonesia yang kental karena ia lahir di Tarakan.
“Engga kok..” Bantah Aden dengan muka yang ngotot.
Bener.. Ada pewarnanya kok,” kata Raffi.
“Tapi enak lho..”
“Itu ada cat temboknya lho..”
“Tapi, tapi, ada catnya tapi enak lho permennya.. Ada catnya tapi kalo dimakan ada cokelatnya pas dimakan kok..!” Bantah Aden dengan argumen yang sangat lucu dan ngga nyambung.
(Kira-kira permen yang dimakan aden seperti ini, tapi dibungkus seperti obat kapsul. Sumber : http://kfk.kompas.com/kfk/view/79339)
***
Itulah dunia anak-anak. Yang diomongin yang aneh-aneh. Tetapi dengan banyak berkomunikasi dengan orang lain, kemampuan verbal anak-anak akan lebih matang. Ia juga akan mendapat sebuah pelajaran bahwa membantah atau merengek orang tua itu mudah. Tetapi me-lobby  orang lain yang bukan keluarga kita tidak akan mudah. He he he.
@ismail_kra

You Might Also Like

1 komentar

Daftar Bacaan

Like us on Facebook